DAPATKAN UPDATE TERBARU SEPUTAR BISNIS & MARKETING MELALUI EMAIL

Cara Membangun Pasukan Reseller

Cara Menentukan Produk Laris Untuk Reseller

Ada 3 hal dasar yang perlu dipersiapkan dalam memulai sebuah bisnis. Produk yang memiliki nilai manfaat, jalur distribusi yang tepat dan target market yang sesuai.

Menentukan produk adalah salah satu hal fundamental di atas yang harus dilakukan oleh pebisnis sebelum memulai usahanya.

Produk yang tepat tentunya akan memudahkan Anda dalam melakukan penjualan. Hal itu disebabkan produk tersebut manfaat yang banyak, margin profitnya cukup tinggi, apalagi jika peminatnya banyak.

Untuk hal ini diperlukan riset khusus, melihat trend dipasar mengenai produk mana yang memenuhi kriteria di atas lalu kemudian menemukan penyedianya.

Bagi Anda yang mungkin kini sudah memiliki produk sekalipun, bisa meninjau apakah produk yang kini dipasarkan sudah termasuk produk yang potensial untuk dijual dengan menggunakan reseller atau tidak.

Sekaligus bisa juga membuka cakrawala wawasan Anda untuk melirik potensi bisnis baru, tentunya satu pipa penghasilan saja tidak cukup bukan?

Apalagi menghadapi kepastian bahwa bisnis itu serba tidak pasti, betul atau betul banget?

Setidaknya kita bisa memiliki cadangan bisnis lain yang bisa Anda andalkan ketika bisnis yang sebelumnya dijalankan tidak sesuai perkiraan. So wajib banget bagi Anda menyimak pembahasan bab ini yah.

7 KESALAHAN DALAM MEMILIH PRODUK

Ternyata tidak semua produk dapat efektif dijual menggunakan sistem Reseller. Alasannya berbagai macam, mulai dari kualitas, jumlah permintaan, kesulitan dalam proses dan lain sebagainya.

Sayangnya ada beberapa pebisnis tetap melakukan kesalahan tersebut. Alhasil, awalnya niat melipatgandakan penjualan dengan reseller yang terjadi malah sebaliknya.

Nah agar hal ini tidak terjadi pada Anda, yuk ketahui 7 kesalahan apa saja yang seringkali dilakukan dalam memilih produk untuk pasukan reseller Anda.

 

1. Tidak Berkualitas

Saya yakin semua setuju jika dalam menentukan produk, syarat yang paling pertama adalah produknya haruslah berkualitas.

Sayangnya bagi beberapa orang, syarat ini tidak terlalu dipedulikan. Harga yang murah menjadi sebab maraknya orang-orang menjual produk KW atau tiruan dimana-mana.

Bahkan tidak yang sedikit kemudian membuka kesempatan menjadi reseller atas barang tersebut.

Hasilnya penjualan meningkat besar dan profit yang didapatkan pun cukup tinggi.

Sayangnya hal itu tidaklah bertahan lama, karena kemudian banyak konsumen yang complain tentang produknya yang cacat atau rusak padahal baru dipakai hanya sebentar saja.

Akhirnya, tidak ada repeat order, dan bukan hanya kredibilitas Anda sebagai penjual yang jatuh tapi termasuk reseller Anda juga.

Mereka jadi kesulitan menjual produk lain kembali, karena banyak langganannya kapok untuk membeli lagi padanya.

 

2. Sepi Peminat

Penjualan produk terjadi tentunya karena adanya permintaan dari konsumen. Semakin banyak konsumen yang membutuhkan atau menginginkannya maka produk tersebut akan semakin laris.

Itulah mengapa diperlukannya riset pasar sebelum menentukan produk, jadi Anda bisa mengetahui produk apa yang sedang diminati banyak orang di masa kini bahkan hingga seterusnya dibutuhkan.

Intinya cari pembeli dahulu baru tentukan produk.

Hal yang sering terjadi justru sebaliknya, banyak yang kemudian menentukan produk dahulu baru cari yang mau beli.

Akhirnya bingung deh setelah mengetahui ternyata produknya sepi peminat. Padahal sudah membeli ratusan stok dengan modal yang tidak sedikit.

Meminta reseller untuk menjualkannya pun tidak akan mudah, karena kurangnya peminat pada produk tersebut.

Nah oleh karena itu pentingnya perencanaan di awal sebelum bisnis, jadilah pebisnis yang cermat ^_^

 

3. Tidak Suka

Sudah menjadi keinginan semua orang untuk bekerja sesuai dengan passion-nya masing-masing.

Termasuk berbisnis, tentunya Anda ingin menjualkan sesuatu yang memang ‘gue banget’ dan Anda sukai.

Meski begitu realitasnya tak semudah yang dicita-citakan, terkadang kita terbentur dana, waktu dan kesempatan.

Akhirnya harus terjebak untuk mengerjakan hal-hal yang kita tidak terlalu suka terlebih dahulu.

Nah tentunya perasaan inilah yang terkadang membuat Anda sulit untuk berkembang karena menjalani sesuatunya dengan setengah hati.

Kalau peribahasa mengajarkan kita untuk do what you love, or love what you do. Lakukan apa yang kita cintai atau cintai apa yang kita lakukan, pilihannya adalah dua hal tersebut.

Jika memang saat ini kita belum dapat mewujudkan yang kita sukai, maka apapun pekerjaan atau jenis bisnis yang kita kerjakan saat ini haruslah dilakukan dengan rasa senang hati.

Anggap saja usaha saat ini dalam rangka menabung untuk mewujudkan usaha di masa depan.

Lagipula cinta datang seiring waktu bukan?

Siapa tau jika Anda menjalankan bisnis saat ini dengan sepenuh hati, dengan sendirinya Anda akan mencintainya juga. Betul? ^_^

 

4. Stok Terbatas

Pada saat memasarkan produk dengan menggunakan pasukan reseller, maka yang harus Anda pastikan secara rutin adalah jumlah stok yang tersedia.

Karena tentunya para reseller dan pembeli akan kecewa jika produk yang diinginkan ternyata habis.

Jika terjadi terus menerus, hal ini dapat membuat orang kemudian enggan kembali bertanya di kemudian harinya.

Apabila terkendala pada supplier penyedia, maka pastikan Anda memiliki cadangan supplier lain yang memiliki produk senada.

Anda juga bisa mengantisipasi kekurangan stok dengan memastikan jumlah persediaannya dahulu sebelum menjualkan.

Apabila kesulitan dalam menghubungi suppliernya, maka waktunya untuk mengganti ke supplier yang lebih baik.

JIka ternyata kendala pada produksi Anda, maka segera lakukan perbaikan, tingkatkan kapasitas produksi sesuai rata-rata jumlah permintaan setiap bulannya.

Namun apabila lonjakan hanya terjadi di sewaktu-waktu, Anda bisa menggunakan tenaga pekerja lepas untuk membantu kinerja produksi.

Kendala pada modal produksinya? Anda bisa menggunakan sistem pre-order, jadi konsumen bisa membayar dahulu dan barang akan dikirim dalam beberapa hari.

Uangnya kemudian bisa Anda gunakan untuk proses produksi. Pokoknya jangan sampai pelanggan kecewa hanya karena stok produknya tersedia, siap?

 

5. Sulit Dikirim

Untuk menggunakan sistem reseller, maka otomatis Anda akan sering menggunakan jasa pengiriman.

Peluang produk Anda terjual ke seluruh Indonesia bahkan ke mancanegara sekalipun sangat mungkin terjadi.

Oleh karena itu janganlah memilih produk yang sulit diproses untuk pengirimannya.

Produk-produk seperti hewan peliharaan, barang-barang yang berukuran sangat besar, bahan-bahan kimia berbahaya, dll akan mengalami banyak kesulitan dalam mengirimnya.

Belum lagi biaya ongkos kirim yang cukup besar yang mungkin memberatkan konsumen atau reseller itu sendiri.

Oleh karena itu pastikan Anda memilih produk yang ringkas dan mudah untuk diproses. Seperti pakaian, aksesoris, buku, atau bahkan produk digital yang tak perlu proses packing dan pengiriman.

Waktu dan tenaga Anda bisa dihemat untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat lainnya,  tanpa harus dipusingkan oleh pengiriman dan packing yang rumit.

 

6. Mudah Rusak

Ada beberapa produk yang memang memerlukan perhatian khusus, karena bahan utamanya yang rapuh. Misalnya barang pecah belah, makanan renyah, kue kering, elektronik, lukisan dan lain sebagainya.

Ada produk yang lain memiliki daya tahan tidak begitu lama, seperti makanan organik, tanaman, jamu dan lain-lain.

Nah berbagai produk ini kami tidak rekomendasikan untuk Anda jual menggunakan reseller.

Produk ini memiliki berbagai resiko yang cukup tinggi untuk rusak dalam proses pengirimannya.

Baik itu bentuknya yang hancur ataupun rusak karena tidak mampu bertahan terlalu lama.

Belum lagi jika Anda mengirimkannya ke jarak yang cukup jauh, sehingga memerlukan waktu yang cukup lama dan perjalanan yang cukup keras.

Kecuali Anda sudah memastikan bahwa kemasan pengirimannya sudah cukup menjaga produknya aman sampai tujuan.

Misalnya kemasan vakum atau kedap udara untuk jenis makanan tertentu, sehingga membuatnya awet dalam waktu yang lama.

Untuk barang yang rapuh, Anda bisa menggunakan kotak plastik, bubble wrap, peti kayu dan lain sebagainya.

Tentunya Anda harus mengeluarkan budget khusus untuk bahan atau mesin pengemas jenis tersebut.

Nah masalahnya apakah sebanding dengan keuntungan penjualan Anda? Jadi pertimbangkan lagi yah…

 

7. Margin Profit Kecil

Tentunya semua orang yang berbisnis memiliki keinginan untuk mendapatkan profit atau keuntungan yang besar.

Hal itu juga yang membuat Anda kemudian ingin merekrut banyak pasukan reseller, agar profit yang Anda dapatkan semakin berlipatganda.

Akan tetapi hal tersebut tidak akan terjadi, jika produk yang Anda jual memiliki selisih keuntungan yang sangat sedikit.

Pada saat Anda ingin memasarkan produk melalui reseller, otomatis Anda harus melakukan pembagian profit.

 Jika profit suatu produknya saja sudah kecil pada awalnya, lalu berapa banyak yang Anda ingin bagi ke Reseller?

Apabila Anda tetap memaksa menjualnya melalui reseller, maka yang terjadi adalah tidak ada reseller yang mau menjualkan.

Karena untungnya kecil, sementara usaha yang dikeluarkan mungkin tak sepadan dengan apa yang didapat.

Solusinya carilah produk yang memiliki margin profit sekitar 30-40% dari harga jual. Biasanya, Anda mendapat profit sebesar itu langsung dari sang produsen atau tangan pertama.

Jika sudah berada di level distributor atau tangan kedua dan seterusnya, marginnya akan semakin kecil.

Dengan besaran profit 30-40%, Anda bisa membagi 15-25% profitnya untuk reseller dan Anda tetap bisa ambil untung besar.

Saya tidak merekomendasikan Anda untuk menaikkan harga konsumen yang sudah ditentukan untuk meraih profit yang lebih.

Karena yang terjadi nanti produk Anda akan lebih sulit dijualkan oleh para reseller, karena harganya lebih tinggi dibanding harga pasaran.

Sekarang tidak sulit kok mencari produsen yang memberikan profit cukup besar, terutama dari marketplace hanya saja Anda harus memastikan dulu kualitas dan kredibilitas suppliernya dulu yah ^_^.

Nah itulah beberapa kesalahan yang dilakukan pebisnis dalam memilih produk untuk pasukan reseller.  Beberapa hal di atas bisa menjadi pertimbangan Anda untuk tidak melakukan kesalahan tersebut nantinya.

Lalu sebaiknya produk seperti apa yang cocok untuk dijualkan oleh para reseller, yuk kita simak materi berikutnya:

 

IDE PRODUK LARIS UNTUK PASUKAN RESELLER

Jika sebelumnya kita membahas tentang produk apa saja yang tidak direkomendasikan untuk para reseller, sekarang kita akan bahas rekomendasi produknya. Apa saja itu, yuk kita bahas satu persatu.

 

1. Produk Fashion

Nomor satu tentunya produk fashion, produk ini menjadi primadona dibanding produk-produk yang lainnya.

Terbukti kini sudah banyak sekali brand-brand yang awalnya tidak dikenal namun bisa mencetak jutaan penjualan.

Semenjak adanya media sosial, pembelian produk fashion kini lebih meningkat lagi. Sehingga sangat berpotensi sekali untuk dijadikan bisnis dengan jalur distribusi reseller.

Variabel harga dari fashion pun tidak ada standar yang baku, sehingga Anda bisa mengatur harga cukup besar untuk satu produk.

Hal ini tentunya sangat menguntungkan dari segi pembagian komisi dengan para reseller. Anda bisa membesarkan bisnis fashion ini dengan merekrut banyak reseller.

Fashion disini bisa beragam jenisnya mulai dari ujung kepala hingga kaki. Termasuk jilbab, baju, celana, sepatu dan lain-lain.

Kategorinya pun bermacam-macam, seperti pakaian muslim, pakaian fashion, pakaian anak-anak, aksesoris, pakaian olahraga dan masih banyak lagi. 

 

2. Produk Herbal

Pada saat ini banyak sekali jenis penyakit baru bermunculan, hal ini mungkin disebabkan oleh banyaknya polusi, makanan yang tidak sehat atau gaya hidup yang kurang diatur oleh orang banyak.

Sementara itu, pemahaman seseorang terhadap obat-obatan pun kini mulai berkembang. Mereka mulai sadar bahwa mengkonsumsi obat-obatan tertentu secara rutin memiliki efek yang kurang baik bagi tubuh. Alasan-alasan itulah kemudian, membuat banyak orang mulai beralih ke produk herbal.

Produk herbal dipercaya menyembuhkan penyakit atau keluhan-keluhan yang dirasakan oleh banyak orang.

Terlebih karena bahan-bahannya yang alami, sehingga tidak memberikan efek samping yang buruk bagi tubuh jadi dapat dikonsumsi rutin.

Produknya pun variatif, bisa menyelesaikan berbagai macam jenis keluhan-keluhan yang dirasakan khalayak ramai.

Membuat produk herbal banyak dicari dan menjadikannya bisnis yang cukup menjanjikan.

Anda pun bisa memaksimalkan penjualannya dengan menggunakan tim reseller. Sudah banyak produsen-produsen herbal yang menggunakan sistem keagenan untuk jalur distribusinya.

 

3. Produk Makanan Ringan

Siapa sih yang ngga suka makan cemilan? Bahkan bagi beberapa keluarga, cemilan merupakan hal yang wajib ada di rumah setiap hari, betul?

Begitu juga anak muda zaman sekarang yang maunya serba kekinian, termasuk dalam memilih makanan pun harus kekinian.

Oleh karena itu kini marak sekali bermunculan produk-produk snack yang sebenarnya sudah tak asing lagi, akan tetapi dikemas lebih modern.

Besarnya market generasi milenial sekarang yang sangat paham dengan dunia online, menyebabkan jenis makanan ringan ini laku di pasaran.

Segala jenis keripik, macaroni, coklat, cake, nugget pisang dan lain-lain mulai dari yang rasanya manis hingga sangat pedas, sangatlah variatif sekali.

Anda juga bisa memaksimalkan penjualan produk jenis ini dengan menggunakan sistem reseller.

 

4. Produk Edukasi

Begitu cepatnya arus informasi yang datang dan pergi, membuat Anda harus terus belajar jika tidak mau ketinggalan dalam persaingan dan disinilah produk edukasi berperan.

Produk edukasi kini beragam macamnya, tidak hanya buku dan kelas offline. Ada e-course, mentoring online, buku digital, webinar dan masih banyak lagi.

Karena formatnya berbentuk digital, sehingga biaya produksinya lebih kecil oleh karena itu Anda bisa meraih profit sebesarnya-besarnya.

 

5. Produk Perawatan

Tampil cantik merupakan sebuah kewajiban yang mutlak bagi seorang perempuan, betul? Oleh karena itu mereka rutin melakukan perawatan dan berdandan.

Sehingga bagi pebisnis yang menjual produk kecantikan takkan pernah kehabisan pelanggan.

Apalagi karena dikonsumsi rutin sehingga kemungkinan repeat ordernya sangat tinggi. Selain itu kebanyakan perempuan yang sudah cocok menggunakan skincare tertentu, akan sulit berpindah ke lain hati.

Nah biasanya mereka juga tak segan merekomendasikan produk tersebut pada orang lain ketika mereka sendiri sudah merasakan manfaatnya.

Hal ini menjadi peluang besar untuk merekrut mereka menjadi reseller produk perawatan Anda.

 

6. Produk Properti

Properti seringkali dijadikan untuk investasi jangka panjang bahkan semenjak dulu sekali.

Namun karena harganya yang cukup tinggi, sehingga hanya kalangan tertentu saja yang dapat memilikinya.

Nah kini, seiring perkembangan zaman, bisnis property pun sekarang mulai banyak perubahan.

Khususnya dalam segi pembayaran yang makin dimudahkan dengan sistem KPR baik yang konvensional maupun syariah.

Selain bangunan, banyak juga yang menyediakan produk dalam bentuk kavling-kavling produktif kecil yang akan ditanami pohon buah, dipakai menggembalakan ternak, produksi garam atau dibuat resort wisata.

Harganya pun relatif terjangkau dibandingkan dengan harga sebuah tanah dan rumah, namun memiliki potensi menghasilkan lebih tinggi bahkan dari sekedar property.

Pelaku bisnis ini pun sudah mulai bergeser dari yang dulunya hanya sang tuan tanah dan makelar yang dikenalnya sampai sekarang siapapun bisa bisnis property.

Banyak sekali developer yang sekarang mulai merubah gaya bisnis dari menggunakan sales dedicated atau jadi karyawan berganti dengan agen-agen freelance yang mungkin nyambi jadi ibu rumah tangga, PNS bahkan mahasiswa.

Lebih low cost, dibanding harus menggaji pegawai tetap.

Banyak sekali lho yang berminat jadi agen atau reseller property ini, selain karena mudah dan profitnya sangat menggiurkan.

 

7. Produk Gadget dan Aksesoris

Zaman sekarang lebih baik ketinggalan dompet daripada ketinggalan gadget, betul?

Hampir setiap orang dari kalangan muda sampai tua, menengah kebawah hingga menengah ke atas punya gadgetnya masing-masing.

Mungkin karena persaingan brand, sehingga banyak gadget yang harganya terjangkau oleh seluruh jenis lapisan masyarakat.

Hal yang ini menyebabkan pasar penjualan gadget menjadi sangat tinggi, jika dulu handphone dibeli hanya ketika yang lama sudah rusak atau hilang,

Kini setiap ada model terbaru yang keluar biasanya banyak orang langsung memilih ganti.

Seiring dengan larisnya gadget, laris juga produk yang menyertainya yaitu aksesoris-aksesoris pelengkapnya.

Misalnya powerbank, headset, charger, custom case, kamera, lensa kamera, tongsis, tripod dan masih banyak lagi. Ukurannya yang simpel, sehingga memudahkan Anda dalam pengiriman.

 

8. Produk Digital

Selain produk-produk fisik yang disebutkan sebelumnya, ada juga jenis produk non fisik yang penjualannya pun cukup besar.

Profitnya pun cukup besar dikarenakan menggunakan biaya produksi yang minim dan tanpa perlu adanya packing atau pengiriman.

Sehingga banyak pembuat produk ini mau memberikan komisi yang cukup besar bagi pada reseller atau affiliatenya.

Jenis produknya juga variatif ada yang berbentuk edukasi, software aplikasi, jasa digital, jasa pembayaran, dan masih banyak lagi.

Produk digital biasanya dilengkapi landing page untuk pemasarannya. Para agen bisa mendapat link khusus untuk dapat disebar ke prospek yang menjadi target market.

Jika ada yang membeli melalui link tersebut, komisinya akan otomatis tercatat atas nama agen tersebut. Praktis kan?

Nah itulah contoh-contoh produk yang kami rekomendasikan untuk Anda agar dimaksimalkan dengan sistem reseller.

Anda bisa pilih salah satu dari produk di atas yang disukai atau berpotensi besar untuk menghasilkan.

Jika sudah memiliki produknya, tunggu apalagi waktunya Anda mulai beraksi untuk melipatgandakan penjualan dengan pasukan reseller, semangat!

Bab berikutnya kita akan mulai merekrut pasukan reseller Anda, ada 10 jurus yang terbukti efektif kami sediakan, pastikan Anda membacanya juga yah.

Jangan Lupa Luangkan 3 Detik Untuk SHARE Materi ini.

Siapa tau 1 klik yang Anda lakukan adalah pembuka jalan rezeki bagi orang lain.

EDNOVATE 2019. All rights reserved

EDNOVATE

Ednovate is a group of companies that provides integrated business solutions
for entrepreneurs in Indonesia.

Address

Jl. Mayjen D. I. Panjaitan Kav. 73, Cipinang Besar Utara, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, 13410

Contact

Office Hour

Monday – Friday
09.00 – 18.00

JADWAL TRAINING KAMI

2019 – All Rights Reserved – (c) PT. Ednovate Indonesia