Penguatan Peran Perguruan Tinggi dalam “Society 5.0”, FST UT menyelenggarakan seminar internasional

Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Terbuka (UT) menyelenggarakan “The 1st International Seminar of Science and Technology for Society Development” pada Kamis, 14 Oktober 2021.

Seminar internasional pertama FST UT ini bertemakan “Iptek untuk Masyarakat 5.0”

, dimana sebelumnya FST UT mengadakan seminar nasional secara offline setiap tahun.

Topik Science and Technology for Society 5.0 dipilih dalam seminar tahun ini karena peran IPTEK dinilai sangat penting, terutama dalam menghadapi segala tantangan dan perubahan kehidupan.

Dekan FST UT, Subekti Nurmawati mengatakan, seminar internasional tahun ini mengangkat tiga topik utama, antara lain: Mahadata (big data), ketahanan pangan dan biodiversifikasi untuk ekosistem yang berkelanjutan.

“Topik-topik ini dipilih karena mereka menyadari kebutuhan teknologi

di ketiga bidang tersebut, terutama terkait dengan tantangan dinamis ke depan,” kata Murmawati.

Dapatkan informasi, inspirasi, dan wawasan di email Anda.
email pendaftaran

Saat memasuki era Society 5.0, Nuramawati menjelaskan, sangat penting untuk memiliki kemampuan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai bagian dari strategi untuk menghasilkan sumber daya manusia yang unggul.


SDM yang unggul menjawab tantangan masyarakat 5.0

Peningkatan SDM yang unggul melalui teknologi juga menjadi fokus dalam sambutan pembukaan yang disampaikan Rektor UT, Prof. Ojat Darojat pada seminar internasional FST UT yang dihadiri oleh 586 peserta yang terdiri dari praktisi, dosen, akademisi dan mahasiswa.

“Seminar internasional ini merupakan bagian dari tujuan Dies Natalis UT membangun SDM unggul melalui ekosistem pembelajaran digital,” ujar Prof. Ojat.

Baca juga: Himpunan Pelajar Indonesia di Jepang Sambut Era Society 5.0 dan Gelar 4th ASSIGN

Lebih lanjut Rektor UT menyatakan bahwa teknologi dapat membantu masyarakat meningkatkan kualitas hidup. “Salah satu tantangannya adalah menjaga kualitas hidup saat ini di tengah jumlah penduduk yang terus bertambah,” kata Prof. Ojat.

“Di sinilah IPTEK dapat berperan dalam meningkatkan kualitas hidup tanpa merusak lingkungan,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Prof. Nizam, Direktur Jenderal Universitas Riset dan Teknologi Kemendikbud, mengatakan revolusi industri 4.0 menghancurkan banyak lapangan pekerjaan di satu sisi, namun juga membuka banyak peluang bentuk pekerjaan baru di sisi lain.

LIHAT JUGA :

https://nac.co.id/
https://futsalin.id/
https://evitdermaclinic.id/
https://kabarsultengbangkit.id/
https://journal-litbang-rekarta.co.id/
https://jadwalxxi.id/
https://www.greenlifestyle.or.id/
https://www.kopertis2.or.id/
https://rsddrsoebandi.id/
https://www.ktb-mitsubishimotors.co.id/
https://www.topijelajah.com/
https://mesinmilenial.com/

Rate this post