DAPATKAN UPDATE TERBARU SEPUTAR BISNIS & MARKETING MELALUI EMAIL

Tidak Lahir Dari Keluarga Kaya Raya, Inilah 5 Pebisnis yang Sukses Membangun Kerajaan Bisnis di Indonesia

Tidak Lahir Dari Keluarga Kaya Raya, Inilah 5 Pebisnis yang Sukses Membangun Kerajaan Bisnis di Indonesia

Kesempatan untuk meraih sukses dimiliki oleh siapa saja, tak terbatas dari apa latar belakang kita dan garis keturunan kita. Proses dan kerja keras dalam mencapai kesuksesan tak pernah membohongi siapapun. Selalu ada jalan bagi mereka yang percaya akan tujuan dan ketulusan dalam menjalani hidupnya. Berikut ini adalah sepenggal kisah motivasi dari 5 pebisnis tanah air yang kini sukses membangun kerajaan bisnisnya. 

Chairul Tanjung

“Tidak ada kesuksesan yang bisa dicapai seperti membalikkan telapak tangan. Tidak ada keberhasilan tanpa Kerja Keras, Keuletan, Kegigihan, dan Kedisiplinan” Chairul Tanjung

Kisah hidup pemilik CT Corp salah satu group bisnis terbesar ini terlahir dari keluarga sederhana yang tinggal di pinggiran kota. Ayahnya dulu bekerja sebagai wartawan di salah satu surat kabar kecil. Setelah tempat ayahnya bekerja mengalami kebangkrutan di era orde baru, Chairul Tanjung remaja beserta keluarganya akhirnya pindah ke kawasan Gang Abu, Batutulis. Salah satu tempat yang dijuluki kantong kemiskinan ibu kota saat itu. 

Ibunda bukanlah tipikal wanita yang kerap mengeluhkan keadaan. Tapi suatu hari Ibunda meminta sejumlah uang kepada Chairul untuk membeli bahan lauk pauk di pasar. Sadar betapa sulit kehidupan keluarganya Chairul remaja berjanji untuk membantu memperbaiki kehidupan keluarganya. Setelah lulus kuliah, ia sempat membuka pabrik sepatu bersama rekannya. Chairul Tanjung dikenal sebagai pebisnis yang agresif, mulai dari perbankan dengan bendera Mega Group hingga pertelevisian dengan bendera Trans Corp. Ia sempat masuk ke dalam daftar orang terkaya di negeri ini berkat bisnis yang dijalaninya. 

Bahlil Lahadalia

“Jadi kerja keras, kerja cerdas, dan kerja Ikhlas, itu orientasi sama dengan ibadah. – Bahlil Lahadalia”

Mantan Ketua HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) periode 2015-2018 mengawali kehidupannya dari kehidupan yang jauh dari sejahtera. Tinggal di FakFak, Papua masa kecilnya dihabiskan untuk membantu perekonomian keluarga dengan berjualan kue keliling. Akhirnya Bahlil memutuskan untuk pergi ke Jayapura melanjutkan kuliah, namun keluarganya tidak tahu bahwa ia berkuliah di sana. 

Selama kuliah ia sempat mengalami busung lapar akibat tidak memiliki biaya. Lelah dengan kehidupannya yang miskin akhirnya ia termotivasi untuk merubah hidupnya. Setelah lulus beliau sempat bekerja di sebuah Bank, tak berlalu lama beliau resign dan memutuskan untuk bekerja di sebuah konsultan keuangan. Ia menerima upah sebesar 35 juta sebulan. Barulah setelah berhasil menata karirnya, beliau memutuskan untuk resign dan mendirikan sendiri bisnisnya. PT. Rifa Capital yang didirikannya kini sudah memiliki holding di 10 Perusahaan, dan sampai saat ini beliau juga memiliki bisnis di bidang, perkebunan, properti, pertambangan, transportasi dan konstruksi 

Ahmad Sahroni

“Pesan dalam kehidupan apa yang kita mimpiin biasanya kecewa. Jadi diri sendiri kerjakan apa yang kita mau usahakan, apa yang kita mampu”  Ahmad Sahroni

Julukan Crazy Rich Tanjung Priok ini kerap melekat pada diri Ahmad Sahroni. Kini ia telah menjabat sebagai Anggota Komis III DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem. Sebelum mencapai di posisi ini, Ahmad Sahroni kecil menjalani profesi sebagai tukang semir sepatu hingga ojek payung dikala musim hujan. Pekerjaan tersebut ia jalani karena tak ingin menyusahkan orang tuanya. Beranjak dewasa ia menjalani profesi sebagai supir dan beralih menjadi tukang cuci piring di sebuah kapal pesiar. 

Setelah selesai dengan pekerjaannya pada kapal pesiar, Ahmad Sahroni kembali menjadi supir di perusahaan lamanya. Kali ini ia memiliki keinginan untuk mempelajari lebih dalam mengenai seluk-beluk menjalankan bisnis. Kesempatan emas datang ketika ia berhasil untuk menagih hutang perusahaan sebesar 1,7 M. Berkat kemampuannya tersebut ia mulai dipercaya untuk memegang jabatan penting hingga level direktur. Selepas karirnya akhirnya Roni mampu membuka perusahaan sendiri yaitu PT. Eka Samudra Lima dan PT. Ruwanda Satya Abadi. 

Anne Avantie

“Kebahagiaan itu bukan hadiah yang turun dari langit, tapi sebuah perjuangan yang harus diperjuangkan sampai akhir nafas” Anne Avantie

Hidup dalam kesederhanaan tak membuat sosok wanita lemah lembut ini menyerah pada kehidupan. Meski hanya seorang lulusan SMP, Anne Avantie membuktikan bahwa pendidikan bukanlah faktor utama untuk bisa meraih kesuksesan. Anne Avantie muda selalu tertarik dengan dunia fashion, ia pun senang membuat pola baju yang kemudian dijualnya. 

Pelan-pelan usahanya membuahkan hasil, hingga ia rutin menerima pesanan untuk membuat desain baju dari grup vokal tari dan beberapa ajang hiburan di kota solo. Perlahan-lahan Anne Avantie mulai membuka usahanya bermodalkan dua mesin jahit di sebuah kontrakan. Ketika memulai usaha Anne sempat merasakan berbagai cibiran dan hinaan atas usahanya, namun ia tetap melangkah, hingga pada akhirnya usahanya sempat mengalami kejatuhan pada tahun 1998. Ia pun bangkit kembali dan fokus untuk mendesain kebaya. Ternyata pilihannya untuk fokus tersebut tidak salah pilih. Desain kebaya lah yang akhirnya menghantarkan nama Anne Avantie hingga ke ajang internasional. Bahkan karyanya sempat digunakan oleh Artis papan atas Agnes Monica untuk video klip terbarunya.

Achmad Zaky

“Jangan membuang waktu untuk menunggu Inspirasi, mulailah melakukan dan Inspirasi akan datang kepadamu” Achmad Zaky

Salah satu pemilik Startup berkelas Unicorn Bukalapak, pernah melalui masa kecil hidup di perkampungan yang tak teraliri oleh listrik. Lahir dari keluarga sederhana di daerah Sragen, ia melanjutkan kuliah di salah satu universitas terbaik Institut Teknologi Bandung. Namun demikian, sejak SMA cita-cita Achmad Zaky berbeda dengan pemuda sekelasnya. Cita-citanya sebagai entrepreneur atau pengusaha identik dengan sebuah kegagalan atau kerja keras banting tulang. Berbekal stigma demikian, ia merintis bisnis sejak di bangku kuliah. Sempat mencoba berjualan mie ayam di kampusnya namun hasilnya tak seperti yang diharapkan. Setelah lulus pun ia tak luput dari kegalauan karena tak kunjung diterima bekerja. 

Mengantongi ijazah lulusan ITB ternyata tak juga membuatnya mendapatkan pekerjaan. Akhirnya ia mencoba membuat website yang kita kenal sebagai Bukalapak saat ini. Namun usahanya untuk mendapatkan pengunjung belum juga maksimal. Selama hampir dua tahun Zaky terus mencoba mencari pengunjung dari mulai door to door ke penjual retail, hingga mengirim email dan pesan pada facebook. Hal tersebut ia lakukan karena ketidakmampuannya untuk beriklan. Perlahan tapi pasti akhirnya website Bukalapak dilirik oleh salah satu investor yang berasal dari Jepang. Berkat kepercayaan yang diberikan itulah akhirnya Zaky berhasil mengembangkan Bukalapak hingga saat ini. 

EDNOVATE

Ednovate is a group of companies that provides integrated business solutions
for entrepreneurs in Indonesia.

Address

Jl. Mayjen D. I. Panjaitan Kav. 73, Cipinang Besar Utara, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, 13410

Contact

Office Hour

Monday – Friday
09.00 – 18.00

JADWAL TRAINING KAMI

2019 – All Rights Reserved – (c) PT. Ednovate Indonesia